cheriscafe.com – Roti Canai, atau sering disebut roti prata di Singapura, adalah salah satu makanan khas Malaysia yang telah menjadi favorit di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hidangan ini dikenal dengan teksturnya yang lembut di dalam, renyah di luar, serta cita rasanya yang sederhana namun kaya ketika dipadukan dengan kuah kari atau dhal.
Asal-Usul Roti Canai
Roti Canai berasal dari pengaruh kuliner India Selatan, khususnya dari komunitas Tamil yang bermigrasi ke Malaysia dan Singapura pada abad ke-19. Nama “canai” diyakini berasal dari kata Tamil chennai, merujuk pada kota di India, atau dari kata canai yang berarti “menggiling” atau “menguleni” dalam bahasa Melayu, mengacu pada teknik pembuatan adonan. Hidangan ini merupakan adaptasi dari paratha atau parotta India, namun telah disesuaikan dengan selera lokal Malaysia.
Pada awalnya, roti canai disajikan sebagai makanan sederhana oleh pedagang kaki lima di pasar atau kedai mamak (kedai makan yang dikelola oleh komunitas India-Muslim di Malaysia). Kini, roti canai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Malaysia, disajikan dari warung pinggir jalan hingga restoran mewah.
Proses Pembuatan Roti Canai
Keunikan roti canai terletak pada teknik pembuatannya yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam membuat roti canai:
-
Persiapan Adonan: Adonan roti canai terbuat dari campuran tepung terigu, air, garam, gula, dan sedikit minyak atau margarin. Adonan diuleni hingga elastis, kemudian didiamkan agar teksturnya lembut dan mudah dibentuk.
-
Teknik Memutar dan Melempar: Salah satu daya tarik roti canai adalah aksi akrobatik koki saat membentuk adonan. Adonan digilas tipis hingga hampir transparan, sering kali dengan gerakan memutar dan melempar di udara, mirip seperti membuat pizza. Proses ini menciptakan lapisan-lapisan tipis yang menghasilkan tekstur renyah saat digoreng.
-
Pemanggangan: Adonan yang telah digilas dipanggang di atas wajan datar (tawa) dengan sedikit minyak atau ghee. Roti dipanggang hingga kecokelatan, menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
-
Penyajian: Roti canai biasanya disajikan dengan kuah kari (ayam, daging, atau ikan), dhal (kari kacang lentil), atau sambal. Beberapa variasi disajikan dengan taburan gula atau susu kental manis untuk versi manis.
Proses ini tidak hanya menghasilkan makanan lezat, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi pelanggan yang menyaksikan koki beraksi.
Variasi Roti Canai
Roti canai memiliki berbagai variasi yang menambah kekayaan cita rasanya. Beberapa di antaranya adalah:
-
Roti Telur: Roti canai dengan tambahan telur di dalam adonan, memberikan tekstur lebih lembut dan rasa yang gurih.
-
Roti Boom: Versi roti canai yang lebih tebal dan manis, sering disajikan dengan gula atau susu kental manis.
-
Roti Tisu: Roti canai yang digilas sangat tipis hingga menyerupai tisu, disajikan dengan bentuk kerucut dan taburan gula.
-
Roti Planta: Roti canai dengan tambahan margarin Planta, menghasilkan rasa yang kaya dan sedikit manis.
-
Roti Sardin: Roti canai yang diisi dengan sarden berbumbu, populer sebagai camilan atau sarapan.
Selain itu, roti canai juga bisa disajikan dengan topping modern seperti keju, cokelat, atau bahkan es krim di beberapa restoran kreatif.
Daya Tarik Roti Canai
Roti canai tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari pengalaman kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya Malaysia. Berikut adalah beberapa alasan mengapa roti canai begitu digemari:
-
Rasa yang Universal: Kombinasi tekstur renyah dan lembut dengan kuah kari yang kaya rempah membuat roti canai cocok untuk berbagai selera.
-
Harga Terjangkau: Di Malaysia, roti canai adalah salah satu hidangan termurah, sering kali dijual dengan harga sekitar RM 1–3 (sekitar Rp 3.000–9.000) di kedai mamak.
-
Fleksibilitas Waktu: Roti canai bisa dinikmati kapan saja, baik sebagai sarapan, makan siang, camilan sore, maupun makan malam.
-
Keanekaragaman Budaya: Roti canai mencerminkan perpaduan budaya India, Melayu, dan Malaysia, menjadikannya simbol harmoni kuliner.
Roti Canai di Indonesia
Di Indonesia, roti canai dikenal dengan nama roti maryam atau roti cane di beberapa daerah, terutama di wilayah dengan komunitas Melayu seperti Medan, Aceh, dan Riau. Hidangan ini sering ditemukan di pasar malam, warung makan, atau restoran India dan Melayu. Meskipun mirip, roti maryam di Indonesia kadang memiliki variasi lokal, seperti penyajian dengan kari kambing atau kuah gulai.
Tips Menikmati Roti Canai
-
Cobalah di Kedai Mamak: Untuk pengalaman autentik, kunjungi kedai mamak di Malaysia atau restoran Melayu di Indonesia. Nikmati roti canai panas langsung dari wajan.
-
Padukan dengan Minuman: Roti canai sering disajikan dengan teh tarik (teh susu khas Malaysia) atau kopi, yang melengkapi rasa hidangan.
-
Eksperimen dengan Variasi: Jangan ragu mencoba variasi seperti roti telur atau roti tisu untuk pengalaman baru.
-
Buat Sendiri di Rumah: Jika ingin mencoba membuat roti canai, pastikan untuk melatih teknik memutar adonan agar mendapatkan tekstur yang sempurna.
Roti Canai adalah lebih dari sekadar makanan; ia adalah cerminan kekayaan budaya dan kreativitas kuliner Asia Tenggara. Dengan tekstur yang unik, cita rasa yang fleksibel, dan harga yang ramah di kantong, roti canai terus memikat hati pecinta kuliner di seluruh dunia. Baik dinikmati di kedai mamak yang ramai atau sebagai eksperimen dapur di rumah, roti canai menawarkan pengalaman kuliner yang sederhana namun tak terlupakan. Jadi, kapan Anda akan mencoba sepiring roti canai hangat dengan kuah kari yang menggoda?