cheriscafe.com – Baguette, roti panjang berkerak renyah dengan tekstur lembut di dalam, adalah simbol kuliner Prancis yang tak lekang oleh waktu. Roti ini bukan hanya makanan pokok, tetapi juga bagian dari identitas budaya Prancis, sering kali diasosiasikan dengan gaya hidup santai di kafe Paris atau piknik di tepi Sungai Seine.
Sejarah Baguette
Asal-usul baguette masih menjadi topik perdebatan, tetapi banyak sejarawan percaya roti ini mulai populer pada abad ke-19 di Prancis. Salah satu teori menyebutkan bahwa baguette lahir dari kebutuhan akan roti yang cepat dibuat dan mudah dibawa oleh pekerja. Bentuknya yang panjang dan tipis memungkinkan roti matang lebih cepat dibandingkan roti bulat tradisional.
Pada tahun 1920, pemerintah Prancis mengeluarkan undang-undang yang mengatur bahan-bahan baguette tradisional, yang hanya boleh terdiri dari tepung terigu, air, garam, dan ragi. Aturan ini memastikan kualitas dan konsistensi baguette di seluruh negeri. Pada tahun 1993, “Le Décret Pain” (Dekrit Roti) semakin memperkuat standar ini, membedakan baguette de tradition française dari roti lainnya.
Pada November 2022, UNESCO secara resmi mengakui baguette sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, mengakui nilai budaya dan keahlian pembuatannya yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Proses Pembuatan Baguette
Membuat baguette adalah seni yang membutuhkan keterampilan dan kesabaran. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pembuatan baguette tradisional:
-
Pencampuran Adonan: Tepung terigu berkualitas tinggi dicampur dengan air, garam, dan ragi. Adonan ini diuleni hingga mencapai tekstur yang elastis.
-
Fermentasi: Adonan dibiarkan mengembang selama beberapa jam untuk mengembangkan rasa dan tekstur. Proses ini sering melibatkan fermentasi lambat untuk menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks.
-
Pembentukan: Adonan dibagi dan dibentuk menjadi batang panjang dengan teknik khusus untuk menjaga gelembung udara di dalamnya.
-
Pemotongan: Permukaan adonan diiris secara diagonal untuk menciptakan pola khas yang membantu roti mengembang saat dipanggang.
-
Pemanggangan: Baguette dipanggang dalam oven uap pada suhu tinggi untuk menghasilkan kerak yang renyah dan bagian dalam yang lembut.
Setiap toko roti (boulangerie) di Prancis memiliki resep dan teknik sendiri, yang membuat setiap baguette sedikit berbeda namun tetap mempertahankan karakteristik utamanya.
Peran Baguette dalam Budaya
Baguette lebih dari sekadar roti; ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Prancis. Orang-orang sering terlihat membawa baguette di bawah lengan saat pulang dari boulangerie, dan roti ini menjadi pendamping setia untuk berbagai hidangan, dari keju dan anggur hingga sup dan charcuterie.
Baguette juga menjadi inspirasi dalam seni dan media. Film, lukisan, dan fotografi sering menggambarkan baguette sebagai simbol gaya hidup Prancis yang sederhana namun elegan. Di luar Prancis, baguette telah menyebar ke seluruh dunia, ditemukan di kafe, restoran, dan toko roti dari New York hingga Tokyo.
Fakta Menarik tentang Baguette
-
Kompetisi Baguette: Setiap tahun, Paris mengadakan Grand Prix de la Baguette, sebuah kompetisi untuk menemukan baguette terbaik di kota. Pemenangnya mendapat kesempatan untuk memasok roti ke Istana Élysée selama setahun.
-
Aturan Panjang: Meskipun tidak ada aturan resmi, baguette tradisional biasanya memiliki panjang sekitar 60-70 cm dan berat sekitar 250-300 gram.
-
Konsumsi Harian: Rata-rata orang Prancis mengonsumsi setengah baguette per hari, menjadikannya makanan pokok yang sangat penting.
Tantangan dan Inovasi
Meskipun baguette tetap populer, industri roti menghadapi tantangan modern, seperti meningkatnya biaya bahan baku dan persaingan dengan roti produksi massal. Namun, banyak boulangerie terus berinovasi dengan menawarkan baguette organik, bebas gluten, atau dengan tambahan bahan seperti biji-bijian dan rempah-rempah untuk menarik pelanggan baru.
Baguette bukan sekadar roti, tetapi simbol budaya yang mencerminkan keahlian, tradisi, dan gaya hidup Prancis. Dengan pengakuan UNESCO dan popularitasnya yang terus berkembang di seluruh dunia, baguette tetap menjadi ikon kuliner yang relevan di era modern. Baik dinikmati dengan mentega sederhana atau sebagai bagian dari hidangan mewah, baguette terus memikat hati dan lidah pecinta makanan di mana pun.