cheriscafe.com – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang terus berkembang, Restoran Trio berdiri sebagai saksi bisu sejarah kuliner kota ini. Berlokasi di Jalan RP. Soeroso No. 29A, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, restoran ini telah melayani hidangan khas Kanton sejak didirikan pada tahun 1947. Sebagai salah satu restoran tertua di Jakarta, Trio tidak hanya menawarkan makanan lezat, tetapi juga pengalaman nostalgia yang kental dengan nuansa kolonial Belanda dan budaya Tionghoa Peranakan. Artikel ini akan membahas sejarah, menu andalan, suasana, dan alasan mengapa Restoran Trio tetap menjadi legenda kuliner setelah 78 tahun.
Sejarah Restoran Trio
Restoran Trio didirikan pada tahun 1947 oleh tiga pendiri—Lam Khay Tjioe, Tan Kim Po, dan Tan Lung—tepat di masa transisi dari kolonial Belanda menuju kemerdekaan Indonesia. Nama “Trio” sendiri mencerminkan kolaborasi ketiga tokoh ini. Berlokasi di kawasan Gondangdia, Menteng, restoran ini awalnya menjadi tempat berkumpul warga Tionghoa dan masyarakat lokal yang mencari hidangan Kanton otentik. Bangunan restoran yang bercat hijau dengan desain sederhana namun khas tetap dipertahankan hingga kini, menciptakan kesan retro yang sulit ditemukan di restoran modern.
Meski telah berusia lebih dari tiga perempat abad, Restoran Trio berhasil menarik pelanggan lintas generasi, dari anak-anak hingga orang tua yang membawa anak-cucu mereka untuk merasakan cita rasa turun-temurun. Bahkan, turis mancanegara, seperti pelanggan setia dari Belanda yang rutin berkunjung setiap ke Jakarta, turut mempertahankan popularitas restoran ini.
Suasana dan Desain Restoran
Memasuki Restoran Trio seperti melangkah ke mesin waktu. Interiornya mempertahankan nuansa tahun 1960-an dengan furnitur kayu sederhana, lantai keramik klasik, dan lemari-lemari retro yang dipajang sebagai dekorasi. Poster-poster lama, iklan produk jadul, dan alunan lagu daerah Tionghoa dari pengeras suara menambah kesan nostalgia. Meski tidak dilengkapi AC dan memiliki ruang yang cukup sempit dengan sekitar selusin meja, suasana ini justru menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mencari pengalaman kuliner otentik.
Pelayan di Restoran Trio juga menambah keunikan. Banyak di antaranya telah bekerja selama puluhan tahun, dengan penampilan khas seperti rambut klimis dan pakaian rapi ala film jadul, memberikan pelayanan yang cepat dan ramah. Meski restoran ini terletak di pinggir jalan dan sering ramai, suasananya tetap terasa hangat dan akrab, seperti makan di rumah keluarga.
Menu Andalan dan Cita Rasa
Restoran Trio terkenal dengan lebih dari 200 menu masakan Kanton dan Peranakan, banyak di antaranya menggunakan ejaan lama yang menambah kesan klasik. Menu andalannya adalah Lumpia Udang ala Trio, yang terdiri dari delapan buah lumpia berisi udang segar dengan tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam, disajikan dengan saus asam manis yang menggugah selera. Lumpia ini sering disebut sebagai salah satu yang terenak di Jakarta.
Beberapa hidangan populer lainnya meliputi:
-
Nasi Goreng Ayam/Ham: Nasi goreng khas dengan cita rasa otentik, sering dipesan karena porsinya besar dan rasanya konsisten.
-
Ayam Goreng Mentega: Ayam yang digoreng dengan tekstur renyah dan saus mentega yang tidak terlalu manis.
-
Sup Asparagus Telur Kepiting: Sup kental dengan rasa gurih yang menjadi favorit pelanggan.
-
Bistik Haas Sapi Panggang: Hidangan daging sapi panggang dengan saus khas, populer di kalangan pelanggan setia.
-
Huzaren Salad: Salad unik dengan apel, melon, nanas, selada, wortel, daging sapi goreng, dan dressing manis segar, ditaburi keju parut dan telur puyuh.
-
Mie Ulang Tahun: Mie goreng spesial dengan telur puyuh merah, sering dipesan untuk perayaan ulang tahun.
-
Acar Timun ala Trio: Acar timun yang difermentasi selama setahun, memberikan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Restoran ini juga menyajikan hidangan mewah seperti sirip ikan hiu, abalon, dan teripang, menambah variasi untuk penggemar kuliner Tionghoa kelas atas. Meski harganya relatif mahal (Rp 100.000–200.000 per orang), porsi besar dan kualitas rasa sebanding dengan biaya.
Jam Buka dan Aksesibilitas
Restoran Trio memiliki jam buka yang unik, terbagi dalam dua sesi:
-
Sesi 1: 10:00–14:00 WIB (makan siang)
-
Sesi 2: 17:00–21:00 WIB (makan malam)
Sesi istirahat di antara jam buka ini mencerminkan gaya tradisional restoran jadul. Lokasinya yang berada di pinggir jalan, hanya 200 meter dari Gedung Partai NasDem dan 2,1 km dari Stasiun Gondangdia, membuatnya mudah diakses. Namun, parkir terbatas, hanya cukup untuk beberapa mobil di depan restoran. Sayangnya, layanan pengantaran melalui GoFood belum tersedia, sehingga pelanggan harus datang langsung.
Pelanggan dan Pengaruh Budaya
Restoran Trio menarik pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja kantoran, keluarga, hingga pejabat seperti mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang konon menjadi pelanggan tetap. Pelanggan lintas generasi sering membawa anak atau cucu mereka, memperkenalkan cita rasa Trio sebagai bagian dari tradisi keluarga. Turis asing, terutama dari Belanda, juga kerap berkunjung untuk menikmati hidangan otentik dan suasana nostalgia.
Pengaruh Belanda terlihat pada beberapa menu, seperti Huzaren Salad, yang mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan kolonial Belanda. Restoran ini juga mempertahankan resep asli yang diwariskan turun-temurun, menjadikannya salah satu ikon kuliner Peranakan di Jakarta.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
-
Cita Rasa Otentik: Resep Kanton dan Peranakan yang konsisten selama 78 tahun.
-
Suasana Nostalgia: Interior dan pelayanan jadul menciptakan pengalaman unik.
-
Menu Beragam: Lebih dari 200 pilihan hidangan, termasuk menu langka seperti Huzaren Salad dan Lumpia Udang.
-
Porsi Besar: Cocok untuk makan keluarga atau perayaan.
-
Warisan Sejarah: Salah satu restoran tertua di Jakarta, menawarkan pengalaman kuliner bersejarah.
Kekurangan:
-
Tanpa AC: Ruangan bisa terasa panas, terutama saat ramai.
-
Harga Relatif Mahal: Harga di atas rata-rata untuk restoran non-mall, meskipun sebanding dengan kualitas.
-
Parkir Terbatas: Hanya beberapa slot parkir di depan restoran.
-
Jam Buka Terbatas: Sesi istirahat dari pukul 14:00–17:00 dapat merepotkan beberapa pengunjung.
-
Kebersihan: Beberapa pelanggan mencatat interior kurang higienis, meski tidak mengurangi kenikmatan makanan.
Restoran Trio adalah permata kuliner Jakarta yang telah bertahan selama 78 tahun sejak 1947. Dengan hidangan Kanton otentik seperti Lumpia Udang ala Trio, suasana retro yang kental, dan pelayanan yang hangat, restoran ini menawarkan lebih dari sekadar makanan—ia menghidupkan kembali kenangan masa lalu. Meski memiliki keterbatasan seperti kurangnya AC dan parkir terbatas, daya tarik Trio terletak pada konsistensi rasa dan warisan budayanya yang lintas generasi. Bagi pecinta kuliner yang ingin merasakan sejarah Jakarta dalam setiap suapan, Restoran Trio adalah destinasi wajib yang wajib dikunjungi di tahun 2025.